Fenomena hujan ekstrem telah menghantui Desa Bokudi selama bertahun-tahun.
Ketika hujan tak berhenti selama 90 hari dan ancaman longsor semakin nyata, Asa dan timnya hanya memiliki enam hari untuk meyakinkan warga agar mau dievakuasi.
Elang–pakar klimatologi–mengajak sahabatnya seorang ahli meteorologi yang berubah haluan menjadi disaster hunter untuk menyelediki penyebab fenomena alam tersebut.
Selain Elang dan sahabatnya, di dalam tim juga ada ahli Geologi, Basarnas, dan seorang dokter.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Premis yang bisa dibilang cukup sederhana, tapi plot dan alurnya padet banget sehingga eksekusinya berhasil mengubah premis sederhana menjadi cerita yang penuh misteri.
Buku ini sebagian besar menggunakan POV orang pertama dari karakter utama yaitu Asayana Brahma (Asa).
Asa dan tim memutuskan tinggal di Desa Bokudi selama 6 hari untuk mencari tahu kebenarannya. Desa Bokudi, desa yang berada di lereng Gunung Morui.
Bener. Mereka cuma 6 hari di sana, tapi tiap ada monolog Asa yang mengingatkan sudah berapa hari mereka di sana, saya auto bengong, "bener juga, baru hari ke-3 mereka di sana."
Dengan rentang waktu yang pendek, tapi Kai Elian mengemasnya menjadi buku thriller 296 halaman ini menjadi buku yang padat informasi, penuh dengan kejadian seperti konflik antarkarakter, penemuan fakta baru, bahkan plot twist berlapis yang terus mengubah arah cerita.
Alurnya cenderung maju dengan beberapa kali diselingi flashback untuk memperkuat misteri dan mengungkap latar belakang karakter.
Nah, marena transisinya yang cukup halus, saya beberapa kali sampe terkecoh sama alurnya. Saya pikir lagi baca kejadian masa sekarang, ternyata lagi kilas balik.
"Ini beneran terjadi atau cuma halusinasi Asa?"
"Perasaan kejadian itu udah lama. Ternyata baru tadi pagi."
"Dominique dan Naomi deserve better."
"Asa 😡 👊"
"Oh, ternyata dia."
"Lah?"
Reaksi-reaksi yang sudah pasti akan dialami oleh pembaca Vermilion Rain.
Meski Asa memiliki latar belakang yang menyebalkan sekaligus menyakitkan, entah kenapa saya sama sekali enggak berpikir dia pelakunya.
Amalan apa yang pernah kau buat Asa?
Btw, Eka. Saya aduin bapakmu, ya. Bapakmu liat itu Eka. Ngadi-ngadi banget ente.
Jadi? Siapa pelakunya? Apa yang sebenarnya terjadi di Desa Bokudi?









Tidak ada komentar
Welcome to my second home, dan terima kasih sudah mampir ke rumah.